Waspadai Antibiotik Berbahaya Untuk Lansia

Orang-orang yang tergolong lanjut usia (lansia) seringkali mengalami gangguan atau infeksi pernafasan. Hal ini karena seiring dengan pertambahan usia, kapasitas dan fungsi paru-parunya menjadi berkurang.

Untuk mengatasinya, lansia yang mengalami infeksi pernafasan seringkali diberi dua jenis antibiotik yaitu moxifloxacin (Avelox) dan levofloxacin (Levaquin). Kedua obat ini tergolong kelas antibiotik yang disebut fluoroquinolones.
Masalahnya, sebuah studi baru di Kanada baru saja menemukan bahwa dua jenis antibiotik yang banyak digunakan untuk mengobati infeksi sinus dan pernafasan itu ternyata mampu memberikan efek samping yang cukup mengkhawatirkan yaitu mendorong risiko cedera hati pada lansia.

Kesimpulan ini didapatkan setelah tim peneliti gabungan dari Institute for Clinical Evaluative Sciences Toronto, University of Toronto dan McMaster University di Hamilton, Ontario.

Peneliti mengamati data rekam medis dari 144 pasien di Ontario berusia 65 tahun ke atas dan diopname di rumah sakit akibat cedera hati sebulan pasca mengonsumsi moxifloxacin atau antibiotik lain yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi pernafasan. Seluruh partisipan diketahui tak memiliki riwayat penyakit hati dan 88 orang diantaranya meninggal dunia.

"Pasien yang mengonsumsi moxifloxacin berisiko hingga dua kali lipat untuk menjalani opname di rumah sakit akibat terserang cedera hati akut. Secara statistik, levofloxacin juga seringkali dikaitkan dengan kondisi tersebut namun risiko keracunan hatinya (hepatotoksisiti) lebih rendah daripada moxifloxacin," terang peneliti.

Meski begitu, menurut peneliti risiko cedera hatinya sendiri sangat jarang muncul. Bahkan gangguan hati yang dimaksud hanya mempengaruhi 6 dari 100.000 pasien yang memakai kedua antibiotik tersebut untuk pengobatan.

"Sebelumnya kami tak menemukan studi yang mampu mendasari pernyataan bahwa moxifloxacin dan jenis antibiotik lain, khususnya kelas fluoroquinolones, yang dapat memunculkan risiko khusus terhadap kesehatan hati".

"Walaupun studi kami masih sangat awal, setidaknya kami telah menemukan bahwa moxifloxacin dan levofloxacin perlu diberi peringatan terkait risiko cedera hati akut yang bisa diakibatkan oleh keduanya," pungkas peneliti seperti dilansir dari medicinenet, Rabu (15/8/2012).

Meski studi ini menemukan kaitan antara penggunaan kedua antibiotik dan cedera hati tetapi peneliti menekankan bahwa studi ini tak menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat secara langsung diantara keduanya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal (CMAJ).

Sumber : forum kesehatan